Langsung ke konten utama

Prempuan Dan Cermin -sajak oleh Haridjogja-

Cermin melahap airmata
Prempuan melepas bajunya
Sekancing demi sekancing

Tersenyum selama dia bisa
Sebelum pisau menari manja
Cermin melahapnya bulat bulat

Dalam dada prempuan tumbuh belantara
Anak anaknya bermain main jadi raja
Dari suami yang ntah keberapa

Didepan cermin airmata menitik
Prempuan kenakan baju kembali
Menangis sekeras dia mampu
Sebelum pisau merajalela


haridjogja

Postingan populer dari blog ini

Aku pindah Blog

Silahkan Kunjungi Blog HariDjogja  HARIJOGJA.WORDPRESS.COM   HARIJOGJA.WORDPRESS.COM

Sajak Kayu Kering

Aku ingin duduk di samping altar meraih komuni yang berjalan tapi lilin malah membakarku dan patung mikael menikam dadaku dengan pedang. Panas kering menggosong mulutku Saat itu... Mana mungkin kumamah hosti mana sanggup dimangu peraduan. Tuhan jejalin jemariku tak arah kemana tujuan. Sajak kayu kering : hari.cipondoh 10.10.09 http://harijogja.wordpress.com/2010/0...

MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA -Yessika Susastra-

    MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA INI catatan ringan sebagai bahan untuk sebuah iven sastra "Aruh Sastra Kalimantan Selatan VIII di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 16--19 September 2011. Catatan ringan ini sengaja dibuat selagi ada kesempatan, dan tentu saja perlu masukan dan saran dari pembaca budiman demi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mendatangkan martabat bagi pergerakan sastra. Judul catatan ini, sepenuhnya menuruti tema yang diusung oleh panitia penyelenggara. Lantaran belum ada deskripsi lengkap mengenai maksud dan tujuan hajatan Aruh Sastra (setidaknya belum membaca TOR), saya masih meraba-raba apakah yang sebaiknya dikemukakan dalam iven tahunan yang mulai melegenda itu. Agar pembaca memiliki gambaran betapa aktivitas sastra di Kalimantan Selatan selama ini, akan saya nukilkan historisitas jejak kesastrawanan Kalimantan Selatan, setelah itu barulah saya coba kemukakan kiat atau strategi "menebar benih sastra di Banua Muraka...