Langsung ke konten utama

Sajak Kayu Kering


Aku ingin duduk di samping altar meraih komuni yang berjalan


tapi lilin malah membakarku
dan patung mikael menikam dadaku
dengan pedang.
Panas kering menggosong mulutku
Saat itu...


Mana mungkin kumamah hosti
mana sanggup dimangu peraduan.


Tuhan
jejalin jemariku tak arah kemana tujuan.


Sajak kayu kering : hari.cipondoh 10.10.09
http://harijogja.wordpress.com/2010/0...

Komentar

  1. harus lebih fokus mas terhadap apa yg ada di hadapan kita.. :) sukses terus :)

    BalasHapus
  2. Kering tak harus mudah patah.
    Saya "kejar" dirimu disini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku pindah Blog

Silahkan Kunjungi Blog HariDjogja  HARIJOGJA.WORDPRESS.COM   HARIJOGJA.WORDPRESS.COM

MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA -Yessika Susastra-

    MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA INI catatan ringan sebagai bahan untuk sebuah iven sastra "Aruh Sastra Kalimantan Selatan VIII di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 16--19 September 2011. Catatan ringan ini sengaja dibuat selagi ada kesempatan, dan tentu saja perlu masukan dan saran dari pembaca budiman demi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mendatangkan martabat bagi pergerakan sastra. Judul catatan ini, sepenuhnya menuruti tema yang diusung oleh panitia penyelenggara. Lantaran belum ada deskripsi lengkap mengenai maksud dan tujuan hajatan Aruh Sastra (setidaknya belum membaca TOR), saya masih meraba-raba apakah yang sebaiknya dikemukakan dalam iven tahunan yang mulai melegenda itu. Agar pembaca memiliki gambaran betapa aktivitas sastra di Kalimantan Selatan selama ini, akan saya nukilkan historisitas jejak kesastrawanan Kalimantan Selatan, setelah itu barulah saya coba kemukakan kiat atau strategi "menebar benih sastra di Banua Muraka...