Langsung ke konten utama

Ombak Rasa Takut

 Ombak Rasa Takut

Ooo                                                       ooO
Kita pun tahu jika              ombak begitu keras
Menghajar tubuh          tubuh dalam kapal
Semua berjajar berseru reda lekas
Amuk ombak makin berjejaljejal

Sepertinya berharap damai laut
Tanpa ombak tanpa rasa takut

Kita tak pernah ingin tahu
Ombak pun punya rencana
Dalam badai yang giris itu
Berdamailah dengan rasa takut

Niscaya ombak membawa kita jauh
Lebih jauh dari daratan dalam peta rencana
Berharap jauh. Betapa jenuh
Menjamah hati sendiri
Begitu lusuh
Lapuk remuk

Berdiam
dalam
A
cuh!

Haridjogja
2011


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku pindah Blog

Silahkan Kunjungi Blog HariDjogja  HARIJOGJA.WORDPRESS.COM   HARIJOGJA.WORDPRESS.COM

Sajak Kayu Kering

Aku ingin duduk di samping altar meraih komuni yang berjalan tapi lilin malah membakarku dan patung mikael menikam dadaku dengan pedang. Panas kering menggosong mulutku Saat itu... Mana mungkin kumamah hosti mana sanggup dimangu peraduan. Tuhan jejalin jemariku tak arah kemana tujuan. Sajak kayu kering : hari.cipondoh 10.10.09 http://harijogja.wordpress.com/2010/0...

MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA -Yessika Susastra-

    MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA INI catatan ringan sebagai bahan untuk sebuah iven sastra "Aruh Sastra Kalimantan Selatan VIII di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 16--19 September 2011. Catatan ringan ini sengaja dibuat selagi ada kesempatan, dan tentu saja perlu masukan dan saran dari pembaca budiman demi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mendatangkan martabat bagi pergerakan sastra. Judul catatan ini, sepenuhnya menuruti tema yang diusung oleh panitia penyelenggara. Lantaran belum ada deskripsi lengkap mengenai maksud dan tujuan hajatan Aruh Sastra (setidaknya belum membaca TOR), saya masih meraba-raba apakah yang sebaiknya dikemukakan dalam iven tahunan yang mulai melegenda itu. Agar pembaca memiliki gambaran betapa aktivitas sastra di Kalimantan Selatan selama ini, akan saya nukilkan historisitas jejak kesastrawanan Kalimantan Selatan, setelah itu barulah saya coba kemukakan kiat atau strategi "menebar benih sastra di Banua Muraka...