Langsung ke konten utama

poem on the map

when human forgot way back home

(1)
map of life

in the late night horror
you entrusted incense in a name

until morning pinched eyes
the dew on the glass window

prayer bill

(2)
map of pain

on a mattress that you keep the wound in the chest
each time depicted on the map

about the position of the wound
frangipani flower kiss

(3)
map of name

have mapped the human nature, anywhere
will be tied even aground, later

land or sea
Where will devour your name and my name

time dissolves in a glass of coffee, then
I'm still trying to read maps

map. average.
illegible


hari
04april2010
jakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku pindah Blog

Silahkan Kunjungi Blog HariDjogja  HARIJOGJA.WORDPRESS.COM   HARIJOGJA.WORDPRESS.COM

Sajak Kayu Kering

Aku ingin duduk di samping altar meraih komuni yang berjalan tapi lilin malah membakarku dan patung mikael menikam dadaku dengan pedang. Panas kering menggosong mulutku Saat itu... Mana mungkin kumamah hosti mana sanggup dimangu peraduan. Tuhan jejalin jemariku tak arah kemana tujuan. Sajak kayu kering : hari.cipondoh 10.10.09 http://harijogja.wordpress.com/2010/0...

MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA -Yessika Susastra-

    MENEBAR BENIH SASTRA DI BANUA MURA KATA INI catatan ringan sebagai bahan untuk sebuah iven sastra "Aruh Sastra Kalimantan Selatan VIII di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 16--19 September 2011. Catatan ringan ini sengaja dibuat selagi ada kesempatan, dan tentu saja perlu masukan dan saran dari pembaca budiman demi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mendatangkan martabat bagi pergerakan sastra. Judul catatan ini, sepenuhnya menuruti tema yang diusung oleh panitia penyelenggara. Lantaran belum ada deskripsi lengkap mengenai maksud dan tujuan hajatan Aruh Sastra (setidaknya belum membaca TOR), saya masih meraba-raba apakah yang sebaiknya dikemukakan dalam iven tahunan yang mulai melegenda itu. Agar pembaca memiliki gambaran betapa aktivitas sastra di Kalimantan Selatan selama ini, akan saya nukilkan historisitas jejak kesastrawanan Kalimantan Selatan, setelah itu barulah saya coba kemukakan kiat atau strategi "menebar benih sastra di Banua Muraka...